Kisah Menarik dari Mainan Masa Kecil
Minggu, 26 Juli 2020


Setiap negara pasti memilik ekspor yang menjadi ciri khasnya, salah satunya contohnya adalah Denmark. Negara ini ciri khas ekspor seperti perabotan modern, bir, dan juga kue-kue yang enak. Namun, diantar semua itu ada salah satu ekspor yang sangat terkenal. Bahkan kita sudah mengenalnya saat kita kecil, mainan itu adalah LEGO yang telah menjual lebih dari 75 milliar bata plastik pada tahun 2016 lalu.

Dibalik kesuksesan LEGO yang merupakan salah satu mainan paling ikonik di dunia tidak lepas dari adanya peristiwa kebakaran dan kecerdasan seorang tukang kayu. Kisah ini dimulai dari sebuah toko kayu ddi Denmark. Ada seorang tukang kayu yang sederhana, namun dia memiliki ambisi yang begitu besar. Orang itu ada Ole Christiansen, dia orang yang gemar bermain dengan kayu untuk diubah menjadi mainan. Kemudian, dia mengubahnya menjadi sebuah bisnis dan membuka toko miliknya sendiri pada tahun 1916. Dia membuat furnitur seperti tangga, bangku, papan setrika dan lain-lain.

Pada tahun 1924, pria itu sukses dan dia ingin memperluas bisnisnya. Akan tetapi, putra-putranya secara tidak sengaja menyebabkan kebakaran karena menyalakan api di dekat serpihan kayu dan membuat toko serta rumah yang ditempati keluarganya habis terbakar. Kesialannya terus berlanjut dengan hancurnya saham Amerika yang terjadi pada tahun 1929 yang bahkan membuat dunia jatuh dalam jurang depresi. Dikarenakan pada saat itu Ole tertimpa bencana pribadi dengan meninggalnya sang istri pada tahun 1932 serta kondisi keungannya yang memburuk, dia terpaksa memecat beberapa stafnya dan berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak-anaknya.

Pada saat itu, Ole membuat keputusan yang sangat sulit. Dia menggunakan kayu yang tersisa untuk dijadikan barang-barang murah yang bisa dia jual, diantarnya adalah mainan. Awalnya, keputusan tersebut tidak membuahkan hasil. Ole benar-benar terjerumus dalam kebangkrutan, tetapi dia tetap melanjutkan untuk membuat mainan dan menolak untuk menyerah. Dia sangat mencintai mainan sehingga mendorong perusahaannya maju. Bahkan, dia mengganti nama perusahaannya sebagai bentuk cerminan dari arah barunya menjadi LEGO. Dalam bahasa Denmark, Leg Godt artinya "bermain dengan baik" dan itulah arti dari nama baru perusahaannya. Perusahaannya pada saat itu membuat prototipe model mobil dan hewan. Mainannya yang menarik dan menggemaskan mendapatkan basis penggemar dalam skala nasional. Mainan bebek yang terbuat dari kayu yang paruhnya dapat terbuka dan tertutup saat ditarik, saat ini menjadi barang koleksi yang dicari oleh para kolektor.

Pabrik Ole sekali lagi terbakar pada tahun 1942 karena saat itu Jerman berhasil menduduki Denmark, hal itu sekali lagi mengancam perusahaannya. Namun untungnya pada saat itu perusahaan Ole sudah cukup mapan, sehingga mampu bangkit kembali dan terus maju. Ketika perang dunia berakhir, banyak perusahaan-perusahaan manufaktur tradisional yang kekurangan bahan dan material untuk produksinya. Pada saat itu, banyak produsen yang melihat plastik sebagai alternatif yang bagus dan murah untuk produksi. Ole berani mengambil resiko untuk membeli mesin cetak injek plastik pada tahun 1946 meskipun pada saat itu mesin tersebut dilarang, dan kemudian mulai membuat eksperimen dengan mainan yang dia sukai. Hingga pada akhirnya LEGI berhasil membuat mainan yang terbuat dari plastik yang kini disebut Bata Biding Otomatis di tahun 1949.


Mainan itu dibuat untuk pasukan sekutu sebagai bentuk penghormatan karena telah berhasil membebaskan Denmark dan mengakhiri perang Dunia ke II. Mainan itu terinspirasi dari satu set bata penguncian yang ditemukan oleh perusahaan inggris, yaitu Kiddicraft. LEGO akhirnya membeli hak cipta untuk desain itu pada tahun 1981. Setelah itu, Ole dan putranya memperbaiki desain mainan tersebut dan kemudian menjual produknya ke pasar. Pada tahun 1985 Ole meninggal dunia pada saat anaknya ingin menggunakan Automatic Binding Bricks sebagai dasar dalam bentuk sistem permainan LEGO. Dengan menggunakan prinsip setiap blok harus saling terkait satu sama lain, ini akan bisa meningkatkan potensi imajinatif anak-anak yang memainkannya dan meningkatkan penjualannya.

Sistem baru tersebut menjadi pondasi dari LEGO modern. Lima tahun kemudian, perusahaan tersebut kembali mengalami kesialan ketiga kalinya karena terjadi sebuah kebakaran yang membuat sebagian besar persediaan kayunya habis terbakar. Pada akhirnya, LEGO memutuskan untuk menghapus kayu untuk produksinya dan terus maju dengan menggunakan plastik sebagai bahan utama produksinya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Wabah Semasa Shakespeare

Shakespeare menjalani seluruh hidupnya dalam bayang-bayang penyakit pes. Pada 26 April 1564, dalam daftar paroki Holy Trinity Church di...

- Copyright © Hoya Group - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -